Minggu, 19 Juni 2011

KEUTAMAAN KEJUJURAN

Ajaran Islam tentang Kejujuran
Jujur artinya sikap lurus hati, tidak curang, tulus dan ikhlas. Orang yang jujur selalu berbicara atau berkata apa adanya, tidak menambah atau mengurangi, tidak mamanipulasi fakta, serta bersikap obyektif. Jujur adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jujur termasuk akhlak terpuji, yaitu sikap dan perbuatan yang benar, baik perkataan dan perbuatan, sesuai dengan kata hati yang sesungguhnya.

Teladan Rasulullah saw tentang sifat Jujur
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang pengusaha sukses di kota Makkah. Beliau mempunyai banyak usaha. Agar semua usahanya tetap berjalan lancar beliau memerlukan pembantu yang dapat dipercaya. Hal itu sangat penting karena resikonya adalah kebangkrutan usahanya.
Khadijah memperhatikan Muhammad, seorang pemuda tampan, dewasa berpikirnya, santun terhadap orang lain, sederhana, dan oleh masyarakat digelari ”Al-Amin” yang berarti dapat di percaya. Setelah yakin bahwa Muhammad adalah benar-benar orang jujur, Khadijah akhirnya menawarkan kepercayaan kepada Muhammad untuk membawa barang dagangannya. Muhammad menerima dengan senang hati.
Muhammad membawa barang dagangan Khadijah dengan jumlah yang cukup banyak. Barang dagangan itu kemudian di jual di negara Syam/Suriah. Sekembali dari negara Syam Muhammad melaporkan semua hasil penjualan dan keuntungan kepada pemiliknya dengan apa adanya.
Khadijah makin yakin akan kejujuran Muhammad karena tak sedikitpun hasil penjualan dan keutungannya yang dikorupsi. Muhammad makin di percaya dan akhirnya diminta untuk menjadi suaminya.

Itulah akhlak Nabi kita Muhammad saw. Beliau menjelang dewasa digelari ”Al-Amin” oleh masyarakatnya. Hal ini karena Muhammad saw telah menunjukkan perangai dan sikap jujur. Beliau selalu bertindak lurus, apa adanya, konsisten tidak plin-plan, dan tidak pernah berbohong. Sikap inilah yang membuat semua oorang senang kepadanya. Dan dari sikap ini pula Dakwah yang dilakukan beliau berhasil. Kita sebagai umat islam hendaknya senantiasa meneladani akhlak beliau dan hendaknya berlaku jujur dalam hidup sehari-hari.

Selain itu Allah swt berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”(QS. At-Taubah: 119).

Peranan Kejujuran dalam kehidupan
Jujur adalah modal dasar untuk bisa di percaya. Jika selalu berperilaku jujur, niscaya semua akan percaya kepada kita. Dengan adanya kepercayaan orang lain kepada kita, hidup kita akan menjadi mudah. Sebab orang bisa hidup dengan baik jika ia bisa bergaul dan mengembangkan pergaulan dengan baik. Syarat mutlaknya adalah saling percaya. Saling percaya akan tercipta jika setiap individu berperilaku jujur.

Nabi Muhammad saw bersabda: ”Hendaklah kamu berpegang kepada kebenaran sebab sesungguhnya kebenaran itu memandu kebaikan dan kebaikan membawa ke surga. Dan hendaklah orang itu tetap bersikap benar dan memilih kebenaran hingga hingga ia tertulis di sisi Allah sebagai orang yang benar.”(H.R. Bukhari Muslim).

Jujur termasuk salah satu akhlak Mahmudah (terpuji). Kejujuran memiliki peranan penting dalam kehidupan. Di antara peranan kejujuran dalam kehidupan adalah sebagai berikut.

1. Akan memudahkan seseorang mengadakan hubungan dengan orang lain.
2. Akan memudahkan seseorang memperoleh kepercayaan dari orang lain.
3. Dapat menjauhi kebohongan dan dusta.
4. Akan condong kepada yang benar dalam semua urusan.
5. Tidak ada prasangka buruk satui dengan yang lain dalam hidup bermasyarakat. Rasulullah saw bersabda: ”Jauhilah prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah sebohong-bohong pembicaraan.” (H.R. Muslim)
6. Semua yang di kerjakan tidak ada keraguan di dalamnya.
Rasulullah saw bersabda: ”Tinggalkanlah apa yang meragukanmu sampai kamu tidak ragu-ragu, sesungghnya kejujuran itu membawa ketenangan dan kebohongan menimbulkan kegelisahan.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Jibban).

Mari Tegakkan Kejujuran
Orang Islam seharusnya meneladani sikap jujur Nabi Muhammad saw, Nabi Muhammad saw sejak muda telah diberi predikat ’Al-Amin’ karena kejujurannya. Dalam pergaulan hidup perilaku jujur menjadi dasar bagi suatu sistem pergaulan yang beradab dan berbudi. Jujur akan mengembangkan kehidupan yang saling percaya. Kehidupan yang ditopang dengan kejujuran akan melahirkan suatu tatanan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Sebab itu orang beriman selalu berperilaku jujur dalam segala situasi dan kondisi. Namun tentu dengan cara yang baik dan tidak tercela.
Maka tanamkanlah sikap jujur dalam kehidupan kita sesungguhnya hanya orang yang jujur sajalah yang mendapatkan surga-Nya Allah swt.
Rasulullah saw telah bersabda: “hendaklah berlaku jujur karena kejujuran itu akan membawa kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke surga.”(H.R. Bukhari dan Muslim).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar